Zidane Tak Kesampaian Melatih Real madrid

Zidane Tak Kesampaian Melatih Real madrid

Zidane Tak Kesampaian Melatih Real madrid

Legenda tim nasional Perancis, Zinedine Zidane, mengaku tidak kecewa dengan tak kesampaian meraih Real Madrid. Menurut dia, manajemen Los Blancos masih belum percaya terhadap kemampuannya menangani Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Kini Zidane menjabat sebagai pelatih Real Madrid Castilla. Pelatih berusia 43 tahun tersebut sempat berpeluang naik pangkat setelah namanya dan Rafael Benitez masuk daftar calon pengganti Ancelotti.

Zidane pun sempat berharap akan diberi kesempatan melatih skuad utama Madrid. Namun, harapannya itu kandas karena manajemen Madrid lebih memilih Benitez untuk mengisi pos pelatih pasca kepergian pelatih Ancelotti. Walaupun Zidane belum dapat melatih skuad utama Madrid, namun Zidane tidak merasa kecewa akan hal tersebut.

Seperti yang dikutip dari France Football Rabu (24/6/2015), “Ya, saya akan menerima tugas sebagai suksesor Ancelotti. Saya adalah seorang profesional dan tidak pernah menolak tantangan. Tapi, saya tidak kecewa kalah dari Benitez. Mungkin jajaran direksi merasa saya belum pantas untuk menjalankan tugas sebagai pelatih utama Real Madrid,” tutur Zidane.

Zidane mengatakan, dia akan dengan senang hati mengambil kesempatan untuk menjadi pelatih utama Real Madrid. Meski mimpi untuk melatih tim utama Real Madrid tersebut tidak kesampaian, dia sama sekali tidak akan merasa kecewa.

“Saya sebelumnya menerima tawaran untuk menggantikan Ancelotti. Saya menganggap diri sebagai profesional dan tak akan menolak tantangan seperti itu,” tutur eks penyerang Real Madrid tersebut.

Zidane menambahkan, tanggung jawab pelatih dan asisten pelatih memang berbeda. Zidane sendiri mengaku bersyukur sempat merasakan pengalaman sebagai asisten pelatih skuad utama Los Galacticos bersama Ancelotti saat Madrid menjuarai Liga Champions 2013-14.

Autobet88

“Pelatih dan asisten tidak dapat dibandingkan satu sama lain. Pelatih mempunyai tanggung jawab besar. Semua hal akan melalui sang pelatih dan sang pelatih yang akan membuat keputusan dari semua hal tersebut,” kata Zidane kepada France Football, Rabu (24/6/2015).

“Tentu saja, sang pelatih memiliki staf, tetapi pelatih tersebut adalah satu-satunya orang yang akan memutuskan berbagai hal. Menjadi pelatih, berarti mampu bekerja sendiri. Ketika menjadi asisten, pelatih dapat memberikan saran dan sudut pandang berbeda juga ke asistennya. Jadi, kita tidak dapat membandingkannya. Tanggung jawab akan selalu berada di tangan seorang pelatih,” tuturnya kembali.